Apa yang Harus Dilakukan Ketika Kartu Kredit dibobol?

Jujur, sebagai pengguna kartu kredit ada satu hal yang paling menjengkelkan dan selalu membuat trauma. Apalagi kalau bukan kartu kreditnya di bobol alias di hack. Padahal nih ya, limit kartu kreditnya nggak tinggi-tinggi amat. Tetapi tetap saja bisa di hack.

Kartu Kredit dibobol

Sebelum membahas terkait pengalaman pribadi ketika kartu kreditnya di hack oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, makanya perlu banget mengaktifkan beberapa fitur keamanan terlebih dahulu untuk kartu kredit. Apa saja itu?

Fitur Pengamanan Kartu Kredit

Dalam penggunaan kartu kredit, umumnya ada dua yang biasa menjadi pengaman dalam bertransaksi. Pertama adalah PIN berupa 6 digit angka dan yang kedua adalah OTP alias One time Password. Semuanya ini berhubungan dengan transaksi dengan menggunakan kartu kredit. Selain itu juga ada nomor CVV berupa 3 digit angka yang berada di belakang kartu.

Menariknya, semua fitur ini merupakan bagian dalam proses pengamanan bertransaksi baik online maupun offline. Ketika belanja secara offline dengan menggunakan mesin EDC, maka setiap kali transaksi pastinya dibutuhkan PIN sebagai proses verifikasi transaksi.

Begitupun jika transaksi online. Dibutuhkan nomor kartu, masa berlaku kartu, CVV dan pastinya kode OTP yang masuk langsung ke nomor handphone pribadi. Sebenarnya secara transaksi semua ini aman dilakukan, tetapi terkadang ada saja yang berhasil bobol data.

Makanya tidak heran, jika pihak bank selalu memberikan peringatan dini untuk menjaga kerahasian data, seperti nomor CVV, PIN dan OTP. Bahkan pegawai bank pun tidak berhak atas informasi tersebut.

Tips Menjaga Kerahasian Data Kartu Kredit

Kata orang, kejahatan itu ada karena adanya peluang. Termasuk dalam kejahatan membobol kartu kredit. Nah, agar kartu kredit yang dimiliki tetap terjaga kerahasiaannya dengan baik maka berikut tips cara mengatasi potensi pencurian informasi kartu kredit secara online maupun offline.

1. Selalu aktifkan transaksi menggunakan OTP.

2. Jangan melakukan transaksi pada situs mencurigakan

3. Jangan menyimpan data kartu kredit pada marketplace, OTA, atau layanan berbasis transaksi lainnya.

4. Selalu menutupi tangan kala memasukkan PIN di mesin EDC.

5. Hapus atau sembunyikan data CVV yang ada dibalik kartu dan sebaliknya harus ingat atau simpan data tersebut pada area yang aman.

Kala Kartu Kredit dibobol

Meskipun sudah berusaha dengan baik dalam menjaga kerahasiaan data kartu kredit tetapi ada kalanya apes juga. Data kartu kredit dibobol. Nah, kalau sudah seperti ini, maka jangan sampai panik terlebih dahulu.

Berikut hal yang perlu dilakukan ketika kartu kredit dibobol:

1. Segera telepon Call Center

Langkah awal yang harus dilakukan ketika kartu kredit di hack adalah telepon call center bank penerbit yang biasanya tertulis di kartu kredit. Jelaskan secara mendetail bentuk atau transaksi yang dibobol. Pengalaman pribadi, ketika kartu kredit dibobol untuk pembelian secara online, maka saya sendiri langsung menjelaskan nama merchant dan jumlah transaksinya. Termasuk jenis transaksi gagal karena kehabisan limit.

2. Lakukan pemblokiran kartu

Pada saat menelpon call center, lakukan juga proses pemblokiran kartu agar limit yang masih ada tidak dimanfaatkan oleh para pembobol data.

3. Lengkapi semua data

Agar transaksi yang di hack ini bisa dilakukan penyelidikan apakah benar di hack atau tidak maka pihak Bank akan membutuhkan beberapa data yang harus segera dilengkapi paling lambat 2 x 24 jam. Berikut data yang dibutuhkan untuk melakukan proses penyanggahan transaksi kartu kredit bank BNI antara lain:

a) Surat Sanggahan Transaksi dan bertanda tangan tanpa materai.

b) Softcopy KTP

c) Foto Kartu Kredit Bagian depan

d) Bukti-bukti transaksi seperti transaksi di merchant mana, apakah ada sms OTP dll

Semua data dan dokumen ini dikirim via email. Jadi sebaiknya segera dikirim agar proses selanjutnya lebih cepat berjalan.

Transaksi yang dibobol
Salah satu contoh bukti transaksi yang masuk via email

4. Sering cek perkembangan laporan

Pada saat melakukan pelaporan dan pengiriman data kelengkapan, pihak Bank akan menginformasikan bahwa proses penanganannya membutuhkan waktu paling lama 90 hari kerja. Kebayang kan berapa lamanya jika hal tersebut benar terjadi.

Selama proses menunggu tersebut, maka transaksi akan di hold. Jika terbukti dibobol, maka transaksi tidak akan tertagihkan. Makanya penting banget untuk cek perkembangan laporan. Saya sendiri sih ceknya, via aplikasi BNI Credit Card bagian pembukuan transaksi.

Nah, sekarang bagi para pemegang kartu kredit jangan lupa untuk selalu waspada akan segala peluang pembobolan data. Jaga kerahasian data pribadi agar tidak mudah untuk di hack. 

Komentar